Freitag, 9. März 2012

Klinik Neuropsikiatri & Revitalisasi Karmel, Atasi Gangguan Tidur dan Ngorok

Indonesian report...

MENDENGKUR merupakan tanda adanya sumbatan di sebagian jalan nafas atas. Pada kasus yang berat, seperti obstructive sleep apnea (OSA) akan mencetuskan penyakit tekanan darah tinggi, jantung dan stroke. Klinik Neuropsikiatri & Revitalisasi Karmel menawarkan terapi bagi pengorok dan penderita gangguan tidur, supaya pasangan tidak terganggu lagi.
Dewasa ini telah dikenal sekurang-kurangnya 84 jenis gangguan tidur, seperti mengorok, sleep apnea, sleep walking, sleep talking, narcolepsi, insomnia dan sebagainya. Kebanyakan orang yang mengalami penyakit yang berhubungan dengan gangguan tidur tidak menyadarinya. Tapi akhirnya mereka harus tahu  bahwa penyakit yang diderita sebenarnya disebabkan oleh gangguan tidur.
Oleh karena itu Klinik Neuropsikiatri Karmel telah membentuk suatu tim terpadu yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis saraf, psikiater, ahli paru, ahli THT serta perawat.
"Tidur bukanlah sekadar istirahat dari keseharian kita, tetapi suatu proses aktif yang melibatkan kita memasuki  alam dengan beberapa fase yang amat komplek. Maka tidur amat penting untuk pemulihan kesehatan mental dan fisik kita," ujar Dr. Hermawan Suryadi, Sp.S, ahli saraf di klinik Karmel.
Menurutnya ketika seseorang tidur, otot-otot lebih rilek dibanding ketika orang sedang bangun, termasuk otot-otot yang perlu untuk pernafasan. Pada sebagian orang, otot-otot tenggorokannya rilek melampaui batas ketika  dia tidur, dan hal ini akan mengurangi atau secara total menghalangi aliran udara ke paru-paru.
Sebagian lagi, otot-otot rilek secara normal tetapi karena ada penyempitan sebagian atau secara total pada jalan nafas di tenggorokan, maka terjadilah obstruksi udara yang masuk ke paru-paru. Jenis sleep apnea ini dinamakan obstructive sleep apnea.

Bila kasusnya terdapat pada bagian lain, seperti otak yang mengendalikan pernafasan ketika tidur, dan nampaknya otak itu lupa untuk mengeluarkan perintah kepada otot-otot yang perlu untuk pernafasan ketika orang tersebut tidur, maka sleep apnea akibat kelupaan otak ini disebut central sleep apnea (CSA).

Bisa Stroke
"Diperkirakan sekitar 10-30 persen orang dewasa mengorok, walaupun mereka tidak mempunyai gangguan kesehatan yang serius. Sekitar 5 dari setiap 100 orang yang mengorok berusia pertengahan, dan berat badannya berlebihan. Mereka inilah yang cenderung mengalami OSA," ujar Dr. Hermawan.
Keadaan orang dengan OSA akan amat terancam jiwanya. Karena orang itu akan mengalami sleep apnea tidak bernafas dengan baik ketika tidur, sehingga kekurangan oksigen dan tidurnya tidak baik.
leep apnea ini akan mengakibatkan rasa kantuk di siang hari serta bisa mengakibatkan penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serangan jantung dan stroke. Makanya bila sangat kuat ngoroknya pada setiap kali tidur, apalagi ngorok tetap terjadi pada segala posisi, Anda harus mewaspadai serta secepatnya memeriksakan diri.

Tahap Pemeriksaan 
Untuk mengetahui apakah Anda memang menderita gangguan tidur dan apa jenis gangguan tidur yang Anda alami serta tindakan pengendalian atau pengobatan yang tepat, harus dilakukan pemeriksaan menyeluruh, ketika Anda sedang tidur.
Disini klinik Neuropsikiatri & Revitalisasi Karmel, untuk keperluan tersebut, Anda diminta untuk menginap semalam di klinik. Sejak pukul 10.00 sebelum diperiksa Anda dilarang makan dan minum produk-produk yang mengandung kafein seperti kopi, teh, coklat dan cola. 
Bila pada siang hari terasa mengantuk, Anda diwajibkan menggerak-gerakkan badan dan jangan sampai tidur siang.
Malam harinya Anda dianjurkan untuk membawa perlengkapan tidur serta membawa bantal sendiri. Harapannya supaya benar-benar merasa di rumah sendiri. Tapi sebelum tidur Anda diwajibkan mandi tapi tak di diperkenankan memakai minyak rambut, minyak wangi atau deodoran.
Setelah persiapannya lengkap Anda diajak masuk ke ruangan tidur yang akan digunakan sebagai tempat pemeriksaan. Di situ telah menunggu perawat cantik-cantik yang bertugas menerangkan apa yang harus dilaksanakan nanti.
Selanjutnya perawat akan memasang seperangkat sensor di kepala, muka, dada dan kaki Anda. Sensor ini akan berguna untuk memantau, pola pernafasan, denyut jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen sepanjang malam untuk mengetahui apakah ada gangguan pada tidur Anda.
Semua aktifvtas organ vital Anda akan direkam untuk dianalisa keesokan harinya oleh dokter ahlinya. Sekitar pukul 05.00  pemeriksaan selesai dilakukan dan perawat akan membantu membangunkan. Semua sensor yang melekat di tubuh Anda akan dilepas.
Setelah itu Anda diperkenankan mandi, sarapan dan boleh pergi kerja kembali. Baru beberapa waktu kemudian Anda akan bertemu dokter yang menerangkan apa yang Anda derita dan bagaimana cara penanggulangannya.

Pengobatan Akhir
Bila jenis dan keparahan telah didiagnosa dengan tepat, dan didapati jenis OSA atau CSA akan segera diobati secara efektif. Pengobatannya, pada OSA adalah dengan menggunakan alat yang disebut continous positive air pressure (CPAP), yaitu alat yang terdiri dari masker dan kompresor.
Masker akan dipakai untuk menutupi hidung dan ke dalam masker akan dialiri udara yang bertekanan tetap dari kompresor. Sehingga memungkinkan jalan nafas tetap terbuka.
Atau menggunakan BiPAP, alat yang mirip dengan CPAP, tetapi udaranya di pompakan ke pasien melalui dua tahap. Alat ini digunakan bagi pasien-pasien yang tidak tahan terhadap  tekanan udara yang terus menerus.  Bisa juga dilakukan operasi untuk menghilangkan hambatan di jalan nafas. Atau memasang perangkat alat-alat gigi (dental appliances) dan tentunya program penurunan berat badan.

Pelayanan Lainnya 
Selain mengatasi penderita ngorok dan gangguan tidur, klinik ini juga membuka aktifitas pelayanan lainnya. Sebut saja stroke service, physio therapy, konsultasi kesehatan jiwa & stress management, klinik nyeri dan sakit kepala, konsultasi kesehatan keluarga, dan klinik revitalisasi.

Klinik Neuropsikiatri & Revitalisasi
Jl. Karmel V No. G-9 Kemanggisan
Jakarta Barat, 
Telepon : 5362022, 5361976 Fax : 5492533




English:
Recommended by Business Doctors: www.Business-doctors.at

Deutsch:
Buch link, "Don't Panic: Du bist nicht allein" http://stress-burnout-dont-panic.blogspot.com/

Empfehlung von Business Doctors: www.Business-doctors.at

Wichtiger Hinweis:
Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.

Mittwoch, 7. März 2012

Lunch is for losers? Das war gestern


Die Gesundheit der Mitarbeiter wird immer weiter strapaziert und aufs Spiel gesetzt. Unbeachtet fristet sie ein Kümmerdasein in den meisten Unternehmen. Wer krank wird, hat doch selber schuld,  so nach dem Motto.  Wer einen Burn-out hat, mache doch in Wirklichkeit nur eine Mode mit oder sei eben auch daran doch eigentlich selbst schuld qua genetischer Präposition.  Wer vom Lärm und den Ablenkungen des Großraumbüros geplagt wird, ist nur kommunikationsfeindlich und unmodern undsoweiterundsoweiter. Parallel dazu wird die Mannschaft reduziert bis über die vernünftige Grenze hinaus, unbezahlte Überstunden schieben ist selbstverständlich und nicht alle Urlaubstage nehmen doch auch.

Und nun auch noch die Mittagspausen:
“Für fast ein Drittel der Arbeitnehmer ist sie gegessen”, überschreibt das Online-Job-Portal Monster seine Pressemitteilung und möchte mit dem un-passenden Verb wohl witzig daherkommen. Geschenkt. Über “Rosenthal guckt über den Tellerrand” hat schon vor zehn Jahren keiner mehr gelacht.

Über 10.000 Leute in Großbritannien, Kanada oder Schweden beantworteten die Frage nach der Mittagspause: ”Knapp die Hälfte der befragten Arbeitnehmer macht nur 15 Minuten oder gar keine Mittagspause”, so das erschreckende, internationale Ergebnis. In Deutschland ist es nämlich so wild nicht, da machen macht nur jeder Zehnte durch.

Und weiter heißt es: ”Fast ein Drittel (30 Prozent) der Umfrageteilnehmer ist bereit, auf eine Mittagspause zu verzichten. Die Befragten essen während der Arbeit oder lassen die Pause komplett ausfallen. Einer von fünf (18 Prozent) verlässt  seinen Schreibtisch immerhin für eine Viertelstunde. Ein Drittel (34 Prozent) der Befragten nimmt sich mindestens 30 bis 45 Minuten Zeit und 18 Prozent beanspruchen in der Regel eine ganze Stunde zur Erholung und für ein geregeltes Essen.”

 Wie würden Sie Ihre typische Mittagspause beschreiben?
Ich esse während der Arbeit./Ich mache keine Pause.
30%
Ich mache 15 Minuten Pause.
18%
Ich mache richtig Pause für mindestens 30 bis 45 Minuten.
34%
Ich mache eine volle Stunde Pause.
18%

Quelle: Monster 2012

Und die Unterschiede in den Ländern?  Briten haben danach den höchsten Zeitdruck: “Fast die Hälfte (45 Prozent) macht keine Mittagspause oder isst während der Arbeit. In den USA sind es 38 Prozent, dicht gefolgt von Kanada mit 32 Prozent. Ganz anders sieht es in Schweden aus. Vergleichsweise geringe elf Prozent essen in Deutschland während der Arbeit oder lassen die Pause entfallen. Fast die Hälfte der befragten Schweden nimmt sich 30 bis 45 Minuten Zeit zum Essen. Ganz ähnlich antworteten auch die Umfrageteilnehmer aus Mexiko.”
 Und weiter: “Deutsche (28 Prozent) und französische (32 Prozent) Befragte machen übrigens am ehesten eine volle Stunde Mittagspause. Das kann darauf zurückgeführt werden, dass das Mittagsessen – zumindest traditionell betrachtet –  in Deutschland als Hauptmahlzeit angesehen wird. Auch 23 Prozent der Spanier nehmen sich eine ganze Stunde Zeit für ihre Siesta.”

» 07.03.2012, 13:02


Empfehlung von Business Doctors: www.Business-doctors.at

Deutsch:
Buch link, "Don't Panic: Du bist nicht allein"
http://stress-burnout-dont-panic.blogspot.com/

Wichtiger Hinweis:
Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.

"Burnout-Ambulanz für Ärzte" an Ordensspital geplant ................ kathweb Nachrichten .:. Katholische Presseagentur Österreich

kathweb Nachrichten .:. Katholische Presseagentur Österreich

Krankenhaus der Barmherzigen Brüder in Eisenstadt plant österreichweit erste Einrichtung ab Herbst
07.03.2012
Eisenstadt (KAP) Die österreichweit erste "Burnout-Ambulanz für Ärzte" soll ab Herbst dieses Jahres am Krankenhaus der Barmherzigen Brüder in Eisenstadt entstehen. Burnout sei seit rund 30 Jahren ein Thema bei Ärzten; betroffen seien Jung- und Turnusärzte ebenso wie langgediente erfahrene Ärzte, hieß es seitens des Ordensspitals gegenüber "Kathpress". Derzeit gebe es erste Überlegungen und Gespräche zu einer solchen Einrichtung; umgesetzt werden soll sie in Kooperation mit der Ärztekammer Burgenland.

"Obwohl Mediziner täglich mit dem Thema Krankheit und Gesundheit konfrontiert sind, fällt es gerade ihnen schwer, auf die eigene Gesundheit zu achten und entsprechende Maßnahmen zu setzen", erklärte Primarius Gerhard Fruhwürth, Vorstand der Abteilung für Sozialpsychiatrie des Ordensspitals. Zu sehr seien sie in der "Fließbandarbeit Medizin" gefangen und hätten Angst, als "psychisch krank" stigmatisiert zu werden und das Vertrauen der Patienten zu verlieren, so Fruhwürth.

Von Burnout betroffenen Jung- und Turnusärzten mache vielfach eine mit zunehmender Ökonomisierung einhergehende "Entzauberung" des Arztberufs zu schaffen. Aber auch erfahrene Ärzte im Spital oder auch in der eigenen Praxis wiesen mitunter eine hohe Burnout-Rate auf, hieß es.

Die geplante "Burnout-Ambulanz" richte sich an Ärzte aus dem klinischen und dem niedergelassenen Bereich; generell vor allem an jene Mediziner, die ein Burnout bei sich vermuten. Die Diagnose selbst werde in einem umfangreichen, dreistufigen Arzt-Patienten-Gespräch erstellt und dann eine Therapieempfehlung abgegeben. Grundsätzlich sei Burnout eine sehr individuelle Krankheit; Verlauf, Diagnose und Therapie könnten demnach immer unterschiedlich ausfallen, hieß es gegenüber "Kathpress". So lasse sich z. B. auch die Dauer einer Therapie nicht generalisieren.

"Uns geht es mit der Therapieempfehlung nicht darum, eine Krankheit zu bestätigen, sondern darum, Perspektiven zu geben", betonte Fruhwürth. Ziel sei, wieder Freude an seinem Beruf zu finden, "was oftmals auch bedeutet, sich mit bestimmten Gegebenheiten abzufinden und diese dort, wo Veränderungen möglich sind, auch umzusetzen". Dies sei "der erste und einer der wichtigsten Schritte" einer erfolgreichen Therapie.

Der Burnout-Thematik widmete sich das Ordensspital heuer bereits im Rahmen der Veranstaltungsreihe "Wegweiser Psychiatrie" Ende Februar in Eisenstadt.

Empfehlung von Business Doctors: www.Business-doctors.at

Deutsch:
Buch link, "Don't Panic: Du bist nicht allein" http://stress-burnout-dont-panic.blogspot.com/

Wichtiger Hinweis:
Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.

PSYCHIATER SCHLAGEN ALARM ......... Stress im Job macht krank

PAZ PEINER ALLGEMEINE ZEITUNG

Seit Jahren steigt die Zahl psychischer Erkrankungen. Auf die alarmierenden Berichte der Krankenkassen antworten Psychiater und Therapeuten jetzt mit einem dringlichen Appell: Arbeitgeber, Gewerkschaften und Politik müssten endlich gegen Stress am Arbeitsplatz vorgehen.


Berlin. In den meisten anderen EU-Staaten sei die psychische Belastung anderen medizinischen Risiken wie Lärm, Licht oder Vibration längst rechtlich gleichgestellt, heißt es in einem Positionspapier, das der Vorstand der Deutschen Gesellschaft für Psychiatrie, Psychotherapie und Nervenheilkunde (DGPPN) heute in Berlin vorstellt. Der Fachverband kritisiert zudem die öffentliche Burnout-Debatte. Burnout, das Gefühl des Ausgebranntseins, sei keine Krankheit, sondern ein Problem der Überforderung im Beruf.
Was ist ein "Burnout"? Die Frage beschäftigt Psychiater und Therapeuten seit langem. Das Positionspapier räumt ein, dass es nach wie vor keine verbindliche Begriffserklärung gibt. Die Diagnose liege im ärztlichen Ermessen. Der Fachverband empfiehlt, Schlafprobleme, Angespanntheit und Erschöpfungszustände, die vorübergehend auftreten, nicht als Burnout einzustufen. Ansonsten bestehe die Gefahr, das Arbeitsleben zu "pathologisieren".
Sollte der Zustand jedoch über mehrere Wochen und Monate andauern, müsse ein Burnout vermutet werden. Häufige Ursachen seien Arbeitsüberlastung infolge von Stellenabbau, mangelnde Anerkennung von Vorgesetzten, aber auch hohe Ansprüche an die eigene Arbeitsleistung. Zu den Risikofaktoren einer sich ständig verändernden Arbeitswelt gehörten der Zusammenbruch des Gemeinschaftsgefühls, Wertkonflikte, geringe Belohnung und fehlende Fairness. Burnout, so stellt die DGPPN klar, sei zwar keine Krankheit, berge jedoch das Risiko für Erkrankungen wie Depressionen, Hörsturz oder Infektionen.
Das Papier warnt eindringlich davor, psychische Erkrankungen unter dem Oberbegriff Burnout zu fassen. Viele Kliniken, die sich auf Burnout-Patienten spezialisiert haben, vermittelten den Eindruck, als könne jede psychische Störung mit Wellness-Methoden wie Entspannungsübungen und gutem Essen behoben werden. Damit bestehe die Gefahr, dass Erkrankungen wie Depressionen nicht frühzeitig behandelt werden. Die Mediziner fürchten zudem eine neue Stigmatisierung depressiv erkrankter Menschen: In der öffentlichen Debatte werde der Begriff Burnout zunehmend mit einer Erkrankung der Leistungsträger, der "Starken", gleichgesetzt; Depressionen dagegen mit einer Erkrankung der "Schwachen".
Der Fachverband plädiert in seinem Papier für mehr Prävention in den Betrieben. Vorrangig seien die Arbeitgeber und nicht das Gesundheitssystem gefordert. Mittlerweile gebe es eine Fülle an Konzepten und Empfehlungen. Notwendig seien Beratungsstellen, aber auch die Einbindung von Betriebsärzten. Bei innerbetrieblichen Umstrukturierungen empfiehlt die DGPPN eine begleitende "psychosoziale Gefährdungsbeurteilung".
Laut AOK hat die Überlastung im Job im vergangenen Jahr bei etwa 100.000 Beschäftigten zu 1,8 Millionen Fehltagen geführt. Seit 1999 beträgt der Anstieg der Fehlzeiten aufgrund von psychischen Erkrankungen 80 Prozent. In Bezug auf arbeitsbedingte Erkrankungen betragen die jährlichen Kosten der gesetzlichen Krankenkassen 17 Milliarden Euro.
Auch in Brüssel werden psychische Erkrankungen mittlerweile als eine der größten Herausforderungen für den Gesundheitsschutz bei der Arbeit gewertet. Eine Studie kam 2005 zu dem Ergebnis, dass Stress europaweit das zweithäufigste arbeitsbedingte Gesundheitsproblem ist. 2005 war jeder vierte europäische Arbeitnehmer betroffen. Seit 2004 gibt es eine EU-Vereinbarung der Sozialpartner zum Schutz vor arbeitsbedingtem Stress. Deutschland gehört zu den wenigen Ländern, in denen die Vereinbarung bislang nicht zu rechtsverbindlichen Regelungen geführt hat.

Empfehlung von Business Doctors: www.Business-doctors.at

 Deutsch:
Buch link, "Don't Panic: Du bist nicht allein" http://stress-burnout-dont-panic.blogspot.com/

Wichtiger Hinweis:
Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -Behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.

KOMMUNIZIEREN BIS ZUM KOLLAPS!!!!!!!!

DIGITALE KRANKHEIT...........


Der tägliche Email Wahnsinn kostet die Weltwirtschaft jählich Milliarden.............. 
lesen Sie noch...click!


Empfehlung von Business Doctors: www.Business-doctors.at 


Deutsch: 
Buch link, "Don't Panic: Du bist nicht allein" http://stress-burnout-dont-panic.blogspot.com/




Wichtiger Hinweis:
Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.

Freitag, 2. März 2012

Was kostet Gesundheit in Deutschland? Gesundheitskosten um weitere 3,8% gestiegen

29. Februar 2012Gesundheit & Medizinimedo InternSpecials & Aktionen


„Wir uns beschäftigen täglich mit dem Thema Gesundheit und doch haben wir zuvor keine Möglichkeit gefunden, einen so anschaulichen Überblick darüber zu bekommen, wie im deutschen Gesundheitssystem welche Kosten entstehen. Um die Gesamtkosten von 263 Milliarden Euro transparenter und nachvollziehbarer zu machen, haben wir dutzende Studien gewälzt und neu strukturiert. Wir hoffen, mit dem dritten Gesundheitskostenplakat von imedo allen Beteiligten; Patienten, Ärzten, Krankenkassen, Politikern und anderen Gesundheitsinteressierten, zu einem leichteren Verständnis der Zusammenhänge und Geldströme im deutschen Gesundheitssystem zu verhelfen“, so Julia Derndinger, Geschäftsführerin von imedo.
Das Gesundheitskostenplakat, das imedo heute in seiner dritten und aktualisierten Auflage veröffentlicht, wirkt dieser Verwirrung entgegen. “Wer grundsätzlich verstehen möchte, wie die Geldströme des deutschen Gesundheitssystems funktionieren, ist mit dem Gesundheitskostenplakat von imedo gut bedient. Es fördert das Verständnis unserer Gesundheitswirtschaft und bietet eine anschauliche Übersicht über das komplexe System”, so Nina Schramm, Online Marketing Managerin und Projektverantwortliche Gesundheitskostenplakat.
Die 3. Auflage des Gesundheitskostenplakats zeigt deutlich den stabilen Trend der steigenden Gesundheitskosten im deutschen Gesundheitssystem und die Entwicklungen einzelner Teilbereiche. Im Jahr 2008 sind die Gesamtkosten um 3,8% auf insgesamt 263 Milliarden Euro gestiegen. Auf dem übersichtlichen Kostennavigator werden neben der Gesamtdarstellung der Kosten und der Geldströme auch einzelne Teilbereiche aufgeschlüsselt dargestellt. So können zum Beispiel mit einem Blick Unterschiede in der Kostenentwicklung von Ausgaben für Waren (Steigerung um 5,0% zum Vorjahr) der Entwicklung derAusgaben für Investitionen (Steigerung um nur 1% zum Vorjahr) erfasst und verglichen werden. Im Bereich Prävention / Gesundheitsschutz, der nur 4,1% der Gesamtausgaben des Gesundheitssystems ausmacht, kann man anhand der detaillierten grafischen Darstellung erkennen, dass zwar die Gesamtausgaben des Bereichs um 5,6% auf insgesamt 10,6 Milliarden Euro gestiegen, die Ausgaben für die Früherkennung von Krankheiten, zu der die Krebsvorsorge gehört, im gleichen Zeitraum jedoch um 6,7% gesunken sind.
Das Gesundheitskostenplakat von imedo ist die vermutlich erste und einzige komprimierte, grafische Darstellung der Zusammenhänge im deutschen Gesundheitswesen.Darstellungen von Trends und Entwicklungen der letzten Jahre, wie die Top 10 Fachbereiche nach Honorar im Jahr 2008 oder den Verlauf der Gesamtumsätze der Apotheken seit 1998, runden das Gesundheitskostenplakat ab. Das Schaubild zeigt, wie viel Geld von welchen Ausgabenträgern in einzelne Leistungen geflossen ist. Zusätzlich ist die prozentuale Veränderung zum Vorjahr angegeben. Alle Daten laut Gesundheitsberichterstattung des Bundes (GBE).
Erstmalige stellt imedo alle Daten kostenlos, als “Pay with a Tweet or Facebook” zum Download zur Verfügung unter http://www.imedo.de/artikel/gesundheitswesen. Das komplette Plakat kann zum Abdruck gegen eine Lizensgebühr erworben werden. Einzelne Infografiken können gerne gegen Nennung der Quelle verwendet werden.
Die Printversion wird gegen eine Schutzgebühr von 20 Euro verfügbar sein. Wenden Sie sich dafür bitte an gesundheitskostenplakat@imedo.de.
P.S.: Sie sind im Gesundheitsbereich engagiert und vernetzt. Kennen Sie noch weitere Menschen (zum Beispiel Institutionen, Verbände, Ärzte oder sonstige im Gesundheitswesen tätige), die sich auch über das imedo Gesundheitskostenplakat freuen würden? Nennen Sie uns bitte die Adresse und wir leiten das Plakat mit Ihrer Empfehlung weiter. 
Wenden Sie sich bitte an: gesundheitskostenplakat@imedo.de



Empfehlung von Business Doctors: 
 www.Business-doctors.at 


Deutsch:
Buch link, "Don't Panic: Du bist nicht allein"
http://stress-burnout-dont-panic.blogspot.com/



Wichtiger Hinweis: Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.

René Descartes 1596-1650

Cogito ergo sum.

Der Mensch am Arbeitsplatz wird allzu oft mit einer ersetzbaren Maschine verwechselt.  Wie die Studien der Business Doctors zeigen, gehören zu geringe Eigenverantwortung, Unterdrückung der Kreativität, des Gestaltungspotentials und der Eigenverantwortung zu den größten Belastungsfaktoren und Stressoren.  Dabei erschließt sich gerade in der Wertschätzung seiner Kreativität, Produktivität und Leistungsfähigkeit das größte Kapital.  Aufwendungen für Aus-, Fort- und Weiterbildungen werden dem Unternehmen durch erhöhte Effektivität, Konzentration, Motivation, geringere Produktivitätsverluste und verbesserte Wertschätzung in einem hohen Maße refundiert.  Wenn Sie einen stumpfen, gedankenlosen Muli wollen, dann kaufen Sie sich einen Esel und hören auch selbst auf zu denken.


Hilfestellungen und einen Begleiter durch den täglichen Wahnsinn von Stress und Burnout 
finden Sie im kostenfreien Vorabdruck unter dem Titel: 
“Don't Panic: Du bist nicht allein“. http://www.business-doctors.at/panic/index.html 


 DEN AUTOR: 
 FRANZ K. DAUBLEBSKY 
BUSINESS DOCTORS, GRAZ, ÖSTERREICH. 
www.Business-Doctors.at

Giordano Bruno 1548-1600

Kreativität in Arbeit, Kunst und Wissenschaft sind die spezifischen Eigenschaften des Menschen.

Der Mangel an innerbetrieblicher Kommunikation, die Unterdrückung der Meinungsäußerung und der Kreativität gehören zu den Stressoren am Arbeitsplatz.  Ein gemeinsames Überdenken der Kommunikationsstrukturen und individuellen Kommunikationskulturen der jeweiligen Betriebe motiviert die Mitarbeiter und ermöglicht innovatives Arbeiten.




Hilfestellungen und einen Begleiter durch den täglichen Wahnsinn von Stress und Burnout
finden Sie im kostenfreien Vorabdruck unter dem Titel:
“Don't Panic: Du bist nicht allein“.
http://www.business-doctors.at/panic/index.html
 DEN AUTOR: FRANZ K. DAUBLEBSKY
BUSINESS DOCTORS, GRAZ, ÖSTERREICH.
www.Business-Doctors.at

Donnerstag, 1. März 2012

Tugendhafte Menschen leben länger ..................dradio.de

RADIOFEUILLETON:KRITIK 29.02.2012

Rabbi Israel Salanter: "Eine kleine Abweichung von den Gleisen
verursacht eine Katastrophe." (Bild: AP Archiv)
Rabbi Israel Salanter: "Eine kleine Abweichung von den Gleisen verursacht eine Katastrophe." (Bild: AP Archiv)

Tugendhafte Menschen leben länger (audio link)

Howard Friedman, Leslie Martin: "Die Long-Life-Formel", Verlagsgruppe Beltz, Weinheim 2012, 320 Seiten

Wer wünscht sich nicht ein langes Leben? Was wir erstreben, ist allerdings nicht nur ein langes, sondern auch ein glückliches Leben. Zwei Psychologen haben dies zum Gegenstand ihrer Forschung gemacht: Leslie Martin und Howard Friedman. Ihr Buch trägt den Titel "Die Long-Life-Formel".
Rabbi Israel Salanter hinterließ viele Erkenntnisse, darunter diese: "Von einem Eisenbahnzug kann man drei Dinge lernen: A) Wenn man auch nur eine Minute zu spät kommt, kann man ihn verpassen. B) Auch eine kleine Abweichung von den Gleisen verursacht eine Katastrophe. C) Ohne Fahrschein wird man bestraft."

In ihrem Buch "Die Long-Life Formel" brechen Howard Friedman und Leslie Martin ganz im Sinne des weisen Mannes eine Lanze für die Braven dieser Welt. Dem gigantischen Datenkonvolut zufolge, über welchen die beiden Psychologieprofessoren verfügen, leben tugendhafte Menschen länger und glücklicher als ihre weniger disziplinierten Zeitgenossen. Welche Geheimnisse gehören noch zu einem langen Leben?

Die Forschungsarbeiten, über die Howard Friedman und Leslie Martin in ihrem Buch klug und unterhaltsam berichten, fußen auf einer Mammutstudie an eineinhalbtausend Amerikanern. Sie wurden von ihrer Kindheit im Jahr 1915 bis zu ihrem Tod in Hunderten von Parametern unter die Lupe genommen. Modernste statistische Verfahren erlauben nun genaue Einblicke in die Frage, welche Faktoren sich günstig auf die Lebensdauer eines Menschen auswirken. Ist es die gesunde Ernährung? Das Sportprogramm? Die Muße am Wochenende? Die Religion?

In fünfzehn Kapiteln räumen die Autoren mit vielen gängigen Vorstellungen auf. So spielt die Ernährung so gut wie keine Rolle für ein langes Leben, das Eheleben sehr wohl, vor allem Männer profitieren davon. Ehefrauen werden im statistischen Mittel nur dann alt, wenn der Gatte sich wohlfühlt; ansonsten fahren sie als Witwen besser. Positives Denken wirkt sich auf die Gesundheit gar nicht gut aus, denn die Naiven rappeln sich nach den unweigerlichen Tiefschlägen des Lebens langsamer wieder auf - in der Zwischenzeit rauchen und trinken sie zu viel und gehen nicht rechtzeitig zum Arzt. In der Tat kümmern sich Ängstliche besser um ihre Gesundheit. Und Männern wie Frauen tut es gut, ein bisschen feminin zu sein.

Plakativ kommt der Titel des Buches daher, und den Fans der Wellnessliteratur kommen die Autoren durchaus entgegen, indem sie jedes Kapitel mit einem "Test zur Selbstbeurteilung" garnieren. Substanz gewinnt ihr Text durch die vielschichtigen inhaltlichen und methodischen Überlegungen. Zudem zeigen sie sich als Meister des amerikanischen Storytelling, erzeugen wunderbare Spannungsbögen und verweben sachlichen Forschungsbericht mit herzerwärmenden Einzelschicksalen von Paul und James, Donna und Linda.

Am Ende des Buches steht ein Rat, der sich von gängigen Gesundheitsmerklisten weit entfernt. Das lange Leben, so erklären Howard Friedman und Leslie Martin, erwächst aus einer grundsätzlichen Haltung, die permanent kultiviert werden muss und - das ist die frohe Botschaft - auch kultiviert werden kann. Es geht darum sich zu kümmern, privat und beruflich, um andere und sich selbst, in jedem Lebensalter. Und wenn das Schicksal den Zug mal aus den Gleisen schiebt, schiebt man ihn am besten rasch wieder zurück.

Besprochen von Susanne Billig

Howard Friedman, Leslie Martin: Die Long-Life-Formel - Die wahren Gründe für ein langes und glückliches Leben
Aus dem Amerikanischen von Andreas Nohl
Verlagsgruppe Beltz, Weinheim 2012
320 Seiten, 19,95 Euro

 


Empfehlung von Business Doctors: www.Business-doctors.at

Deutsch:
Buch link,
"Don't Panic: Du bist nicht allein" http://stress-burnout-dont-panic.blogspot.com/

Wichtiger Hinweis: 
Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.

Burnout: gesunder Schlaf als Prävention und Therapie ..... by PR-Gateway


By   Last updated: 29th Februar 2012

Ausgeschlafen statt ausgebrannt.
Immer mehr Menschen sind von einem Burnout betroffen. Die Weltgesundheitsorganisation (WHO) hat für das 21. Jahrhundert Stress als die größte Gesundheitsgefahr prognostiziert. Neben Ernährung und Bewegung zählt sie den Schlaf als dritte Säule zur Prävention vor stressbedingten Krankheiten. Der Schlafpsychologe Günther W. Amann-Jennson erklärt, wie gesunder Schlaf hilft, dem Teufelskreis des “Ausgebranntseins” zu entkommen.

Erholungspausen auch tagsüber nötig:
Tagsüber permanenter Stress, am Abend todmüde ins Bett – doch an Schlaf ist nicht zu denken. “Burnout ist das Resultat eines Teufelskreises”, erklärt der Schlafforscher Günther W. Amann-Jennson. Unter Stress werden im Gehirn hohe Mengen an Corti-cotropin-releasing Hormonen (CRH) freigesetzt, die die REM-Schlaf-Phasen verlängern und die Schlafqualität verschlechtern. Im Gegensatz zu den tief entspannenden Ruhigschlafphasen mit regelmäßigem Atemrhythmus und Herzschlag sind die REM-Phasen unruhiger. Dies führt zu einer gestörten Balance zwischen Aktivierungs- und Deaktivierungs-Phasen tagsüber. Der Erholungseffekt wird immer kleiner, der Organismus erreicht Schritt für Schritt sein körperlich-seelisch-geistiges Leistungs- und Regenerationslimit.
Tatsächliche Ursache: gestörter Schlaf!

In einer Studie des Karolinska-Instituts, Stockholm, wurde das Schlafmuster von 35 Patienten untersucht, die seit mindestens drei Monaten wegen eines Burnout-Syndroms nicht mehr arbeiten konnten, – im Vergleich zu Personen mit niederem Burnout-Risiko. Das Resultat zeigte, dass der Einfluss von Stress als gesichert gilt, die eigentliche Ursache von Burnout jedoch in gestörtem, nicht mehr erholsamen Schlaf liegt. Behandelt wurden die Betroffenen neben einer kognitiven Verhaltenstherapie mit einer strikten Schlafhygiene. Nach sechs bis zwölf Monaten verbesserte sich die Schlafdauer deutlich, und 60 Prozent der Patienten konnten bereits wieder in den Arbeitsprozess eingegliedert werden.
Die Optimierung von Schlafqualität und Schlafdauer hat sich sowohl in der Prävention wie auch in der Therapie als sehr positiv erwiesen.

Tipps des Schlafexperten Amann-Jennson:
- Eine rhythmische Balance zwischen Aktivität und Erholung tagsüber wirkt präventiv und fördert gesunden Schlaf. Ideal ist ein Wechsel von 70- bis 90-minütiger Aktivierung gefolgt von einer 20-minütigen Deaktivierungsphase. Dadurch verbessern sich Leistungs- und Erholungsfähigkeit.

- Vermeiden von Rhythmusräubern, das heißt anhaltende Aktivierung ohne Entspannung wie langes Arbeiten am Computer, strapaziöse Autofahrten, Reizüberflutung durch pausenloses Fernsehen, unregelmäßige Arbeits-, Schlaf- und Essenszeiten, Zeit-Umstellung, Jet lag oder technisch ausgelöste Störzonen (TV-Geräte, Handys, Radiowecker) in Bettnähe.
- Rhythmusgeber sind zu fördern: Der Organismus unterscheidet nicht zwischen positivem und negativem Stress, sondern nur, ob der Mensch aktiviert, in Balance oder in Regeneration ist. Daher sind kurze Erholungspausen sowie auf regelmäßiger, ausreichender Schlaf wesentlich.
- Nur die Kombination von “Hardware” (Schlafplatz, Bettsystem) und “Software” (Stressfaktoren, Pausen, Sonnen-/Kunstlicht, Gewohnheiten), ein ganzheitlich orientiertes Schlaf-Gesund-Konzept, führt zu einem biologisch hochwertigen Schlaf.
Dabei hat die Schlafunterlage die größte “Hebelwirkung” zur Optimierung von Schlafqualität und Schlafeffizienz.

1989 entwickelte der Schlafpsychologe und Gesundheitsexperte Günther W. Amann-Jennson ein Schlaf-Gesund-Konzept und gründete in Frastanz (Vorarlberg, Österreich) die SAMINA Produktions- und Handels GmbH. Er startete damit die Erfolgsgeschichte der SAMINA Schlafsysteme. Das SAMINA Schlaf-Gesund-Konzept basiert auf den Erkenntnissen der modernen Schlafmedizin und erfüllt alle schlafmedizinischen, orthopädischen, bettklimatischen, bau- und elektrobiologischen, hygienischen und materialbedingten Anforderungen des gesunden Schlafs.
Die bei einem SAMINA Schlafsystem zum Einsatz kommenden Rohstoffe sind ausnahmslos natürlich, unbehandelt und von ausgesuchter Qualität. Zudem werden alle Schlaf-Gesund-Produkte in sorgfältiger Handarbeit gefertigt. SAMINA beschäftigt derzeit 63 Mitarbeiter und vertreibt ihre Produkte weltweit in 20 Ländern. Seit mehreren Jahren ist das Unternehmen auch sehr erfolgreich mit dem Hotelkonzept “Power Sleeping Rooms” in der gehobenen Wellness- und Business-Hotellerie (www.gesund-schlafen-hotels.com).

Kontakt:
SAMINA Produktions- und Handels GmbH
Theresa Amann
Obere Lände 7
6820 Frastanz
+43 (0) 5522 53500
http://www.samina.com
amannth@samina.at
Pressekontakt:
ANDRAE PR
Angelika Lydia Andrae
Breitbrunner Str. 19
81379 München
andrae@andrae-pr.de
+49 89 74 654 225
http://www.andrae-pr.de


Deutsch:
Buch link, "Don't Panic: Du bist nicht allein"
http://stress-burnout-dont-panic.blogspot.com/

Empfehlung von Business Doctors: www.Business-doctors.at

Wichtiger Hinweis:
Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.

Jeder 3. will lieber mehr Freizeit als Gehalt

TREND „DOWNSHIFTING“Jeder zehnte Deutsche hat eine 50-Stunden-Woche, fast jeder zweite arbeitet zwischen neun und elf Stunden täglich. Nicht wirklich verwunderlich, dass knapp jeder neunte am Burn-out-Syndrom leidet, sich ausgebrannt und leer fühlt. Der Gegentrend zu diesem gesundheitsschädlichen Workaholic-Verhalten kommt aus England, nennt sich Downshifting (dt.: herunterschalten; kürzer treten), und hat auch Deutschland erreicht. ......................LESEN SIE MEHR..click
Deutsch: Buch link, "Don't Panic: Du bist nicht allein" http://stress-burnout-dont-panic.blogspot.com/  Empfehlung von Business Doctors:  www.Business-doctors.at  Wichtiger Hinweis: Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.

Schafft die Arbeit ab



Solange wir ferngesteuert, ohne die Möglichkeiten der Eigenentscheidung ,belastet durch geringe Wertschätzung und erhöhten Stress, sowie Angst um den Arbeitsplatz arbeiten, werden die psychosozialen Krankheiten weitersteigen und die Kosten für die Wirtschaft und die Gesundheitssysteme explodieren. Warum schaffen wir ,wenn das so ist die Arbeit nicht endlich ab?

Arbeit hat seit dem Paradies ein schlechtes Image

Arbeit ist seit der Vertreibung aus dem Paradies –„im Schweiße Deines Angesichts sollst Du Dein täglich Brot verdienen „ – negativ besetzt und hat ein negatives Image.Warum sollen wir uns mit etwas quälen, was absolut unangenehm ist, selten ein gutes Image hat , weh tun muss da es sonst nicht gottgefällig ist und darüber hinaus ,angesichts der Krise
von Tag zu Tag schlechter bezahlt wird und absolut keinen Spaß mehr macht.
Wenn in Deutschland ,laut einer neuesten Untersuchung 89% aller unselbstständig Beschäftigten ihren Job wechseln wollen und innerlich gekündigt haben, ist dies doch der schlagende Beweis ,dass wir die Arbeit im Sinne zufriedener und motivierter Bürger abschaffen sollten.

Die Angst geht um

Zum Einen ist es die Angst vor der Arbeit „ ich schaffe das nicht“ zum Anderen ist es die Angst um die Arbeit „wenn ich das nicht schaffe , verliere ich meinen Job, meinen sozialen Status  und bin nichts mehr wert“ .

Der Stress wird zum täglichen Begleiter

Aus einer gesunden Herausforderung, einem sogenannten Eu-Stress , gesteckte Ziele zu erreichen, ist Di-Stress geworden. Mangelnde Wertschätzung , geringer werdende soziale Kontakte am Arbeitsplatz, Mobbiing und Überbürokratisierung lassen das Selbstwertgefühl in sich zusammenbrechen. Eine für alle Beteiligten unangenehme und auch sehr kostspielige Negativspirale setzt sich in Gang.

Leistungseinbußen durch Stress

Basierend auf den 12 berufsgruppenspezifischen Stress und Burnoutstudien der Business Doctors ,sowie den aktuellen Zahlen des Patientenberichtes ,wie auch der Studie des HWWI Hamburgschen Weltwirtschaftsinstitutes ,wie auch der Warnung von Standard & Poors  an die führenden Industrienationen vor einer Herabstufung: „wenn diese  nicht ausreichende Gesundheitsprävention machen, werden sie weiter heruntergestuft„ erscheinen die folgenden Zahlen in einem  neuen und außerordentlich dramatischen Licht.

  • Zunahme von Psychischen Erkrankungen 2010 19,8%
  • Leistungseinbußen durch Stress in Deutschland 2010 364 Milliarden € ,das sind 16 % des deutschen BIP.
  • Zunahme der Krankenstandstage bei psychischen Erkrankungen auf bereits 40 Tage / Jahr. Der Durchschnitt in Österreich beträgt 12 Tage, etc.
Shareholdervalue ist das falsche Evangelium

Unser Weg muss vom Tanz um das Goldene Kalb wieder auf eine realwirtschaftliche Ebene gebracht werden. Die heute wirklich wertvollste Aktie jedes Betriebes ist der gut ausgebildete und möglichst selbstständig arbeitende Mitarbeiter.

Aufgabe statt Arbeit

Schaffen wir doch endlich diese absolut negativ besetzte Arbeit ab und ersetzen diese durch Aufgaben. Lassen wir in unsere Arbeitswelten eine neue Vision und eine neue Hygiene der Arbeitsmodelle einkehren, dann werden sich viele der oben angesprochenen Probleme schnell und nahezu ohne aufwendige Interventionen lösen lassen. Neues Denken schafft neue Chancen.

Informationen
Informationen zu den Studien, Zahlen Daten und Fakten sind kostenlos unter
www.business-doctors.at abrufbar.


Deutsch: Buch link:

"Don't Panic: Du bist nicht allein"

Empfehlung von Business Doctors: www.Business-doctors.at

Wichtiger Hinweis: 
Diese Seite enthält nur allgemeine Hinweise und darf nicht zur Selbstdiagnose oder -behandlung verwendet werden. Sie kann einen Arztbesuch nicht ersetzen. Die Beantwortung individueller Fragen durch unsere Experten ist über office@business-doctors.at möglich.